08 February 2006

Mengenal Diri Sendiri

SIAPAKAH ANDA SEBENARNYA? Sebuah pertanyaan singkat yang banyak diremehkan orang. Seseorang akan cenderung menjawab dengan kalimat singkat sesingkat pertanyaannya. “Saya adalah seorang pekerja, saya adalah seorang laki-laki, saya adalah ……” dan banyak contoh jawaban yang akan terlontar dengan nada yang hampir sama yaitu hanya mengungkapkan ciri-ciri lahiriah saja, ciri-ciri yang tampak oleh mata.

Maksud dari pengenalan diri sendiri sebenarnya mempunyai makna yang dalam dan luas, mempunyai segi-segi yang perlu dikenali dan direnungkan secara seksama. Segi-segi atau hal-hal yang harus kita kenali dan direnungkan agar kita bisa mengenal diri kita adalah :

1. Kedudukan Diri Seseorang Di Hadapan Allah

Sesuai dengan hakikat penciptaan manusia bahwa manusia dilahirkan di muka bumi ini adalah untuk beribadah,mengabdi kepada Sang Khaliq, Allah swt. Inilah hal pertama yang harus kita kenal pada diri kita sebab semua kunci diri manusia, baik buruknya ada di tangan-Nya. Jika Allah memandang baik seorang hamba maka pandangan sesama makhluk akan baik pula, begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu coba renungkan dan intospeksi diri bagaimana kedudukan kita di hadapan Allah. Memang hal itu adalah hal gaib, tapi paling tidak kita bisa merasakan seberapa dekat kita dengan Allah dengan melihat : Seajauh mana kita telah beribadah ditinjau dari kualitas dan kuantitasnya, fenomena terkabul tidaknya doa, semangat untuk mendalami ilmu agama, keikhlasan untuk mengorbankan waktu, tenaga, harta bahkan nyawa untuk tegaknya dienul Islam.

· Sebaik-baiknya orang di sisi Allah adalah orang yang bertaqwa. (Al Quran)

· Jika Allah menghendaki kabaikan pada diri seseorang maka Allah akan memberikan kepahaman terhadap agama. (Al Hadist)

Fitrah yang ada pada diri manusia adalah manusia diciptakan dalam keadaan suci tanpa membawa dosa keturunan. Dan seharusnya hal itulah yang seharusnya dipertahankan di hadapan penciptanya yaitu menjaga diri agar tetap suci dengan tidak mengerjakan dosa dan kemaksiatan dan dengan selalu memperbaharui tobat kepada Allah swt agar kedudukan di hadapan Nya tetap mulia, sampai-sampai lebih mulia dari para malaikat, dan jangan sampai meletakkan diri kita lebih rendah dibanding hewan ternak karena kita tidak bisa menjaga kesucian fitrah sebagai manusia.

2. Kedudukan Diri Di Mata Sesama Manusia

Manusia selain sebagai makhluk individu adalah juga sebagai makhluk sosial. Manusia tak akan bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Dia akan selalu berhubungan dan berkomunikasi dengan masyarakat. Melihat begitu pentingnya masyarakat atau orang lain maka seorang individu harus bisa menempatkan diri di dalam masyarakat. Kemulian akhlaq, kepandaian seseorang menempatkan diri menjadikan dirinya mempunyai harga di mata orang lain, sehingga seseorang akan dihargai dan dibutuhkan di mata masyarakat atau minimal tidak mendapat predikat buruk.

· Masyarakat mempunyai hukum tidak tertulis yang terkadang lebih kejam dari hukum tertulis.

· Kepribadian seseorang dapat diketahui dengan melihat siapa teman akrabnya.

Oleh karena itu hal-hal di bawah ini harus diperhatikan dalam pengenalan diri

1. Apa hakikat penciptaan jin dan manusia ? (Adz Dzariat : 56)

2. Apa saja kewajiban manusia kepada Penciptanya ?

3. Apakah manusia bisa hidup sendiri ?

4. Apa kewajiban manusia kepada Penciptanya yang berhubungan dengan sesama manusia ?