02 February 2013

Cara Bahagia Setiap Keadaan Setiap Saat

Sebagian orang menganggap bahagia itu sangat mahal. Buktinya untuk mendapat bahagia, seseorang harus konsultasi ke ahli psikologi, harus ikut seminar pelatihan yang harganya jutaan. Pendapat lain mengatakan, untuk bahagia itu harus mempunyai : harta yang banyak, rumah besar, kendaraan yang bagus, istri cantik, anak cerdas dll. Apakah itu benar, mungkin saja benar, jika bahagia yang dimaksud adalah bahagia jangka pendek. 


Jika menganggap baru bisa bahagia setelah punya uang Rp 1 M, maka setelah mendapat uang Rp 1 M, bahagianya hanya sebentar. Atau baru bisa bahagia setelah menikah, maka betapa banyaknya orang yang menikah dan kemudian bercerai. Atau bahagia jika mempunyai istri cantik, maka kecantikan tak akan lama. Atau naik ke tahapan bahagia yang berikutnya, bahagia jika mempunyai istri sholehah ? Coba baca sejarah Raja Firaun pada jaman Nabi Musa a.s, bukankah ia mempunyai istri yang sholehah, yang kemudian dipercaya Allah untuk memelihara Nabi Musa saat kecilnya. Tapi apakah Firaun bahagia, saya kira tidak, sebab dia harus mengaku menjadi Tuhan untuk mendapatkan apa yang ia sebut kesenangan atau mungkin kebahagiaan versi Firaun.

Lalu bagaimana kebahagiaan bisa didapat tanpa harus menggunakan syarat-syarat di atas, yang notabene adalah hal-hal yang bisa hilang dengan cepat. Harta, istri, dan anak adalah hal-hal yang bisa hilang sangat cepat. Maka jangan jadikan syarat untuk mendapat kebagaian. Lalu harus menggunakan apa untuk untuk mendapatkan kebahagiaan jangka panjang, setiap saat dan pada keadaan apapun ?
Jawabannya hanya satu yaitu bahagia karena Allah. 

Perhatikan firman Allah dalam Al Quran surat Ar-Ra'ad ayat 29 :
"Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik."
 
Petikan ayat tersebut tampak ringan dibaca, namun memiliki konsekuensi yang mendalam. Untuk mendapat kebahagiaan jangka panjang maka seseorang harus beriman dan mengerjakan perbuatan baik. Menyandarkan, mengeluh, minta pertolongan hanya kepada Allah. Bersabar, tawakal dan ridho atas ketentuanNya akan membuat hati tentram, tenang dan bahagia. 
 
Allah berfirman dalam Al Quran surat Ar-Ra'ad ayat 28 :
"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram".