Skip to main content

Posts

Solusi Masalah Ekonomi Menurut Islam

Masalah Sosial & Ekonomi Umat Islam *Kekurangan uang/dana merupakan salah satu masalah terbesar umat Islam - Pendidikan jadi terhambat --> kebodohan - Kefakiran dan kemiskinan - Lemah fisik, misal cacat menjadi susah teratasi - Biaya hidup menjadi tidak tercukupi, misal biaya unt menikah - Menghambat orang yang ingin bekerja, karena kurangnya lapangan kerja atau tidak ada modal * Kafakiran lebih dekat kepada kekafiran Betapa banyak orang pindah agama hanya krn iming2 harta * Banyaknya penganguran menimbulkan masalah sosial yang komplek Kejahatan yang semakin merajalela * Pemerataan/distribusi kekayaan yang kurang rata sehingga terjadi gap sosial/ekonomi yang sangat jauh satu sama lain * Dominasi dan monopoli ekonomi oleh orang2 kafir atau dzolim karena kita lemah * Komersialisasi pendidikan membuat semakin sulit orang untuk sekolah --> kebodohan yang makin merajalela Solusi Islam untuk masalah sosial ekonomi : * Sistem Zakat - QS Ma'...

Hadist Tentang NIAT - Syarah Hadist -Arbain An Nawawiyah

Amirul mukminin, Umar bin khathab radhiyallahu anhu, ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda: “Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya”. Diriwayatkan oleh dua orang ahli hadits yaitu Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari (orang Bukhara) dan Abul Husain Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naisaburi di dalam kedua kitabnya yang paling shahih di antara semua kitab hadits. Penjelasan : Hadits ini adalah Hadits shahih yang telah disepakati keshahihannya, ketinggian derajatnya dan didalamnya banyak mengandung manfaat. Imam Bukhari telah meriwayatkannya pada beberapa bab pada kitab shahihnya, jug...

Problematika Umat Islam

TUJUAN Ø Peserta mengetahui potensi-potensi yang dimiliki umat Islam Ø Peserta mengetahui sebab-sebab kemunduran Islam Ø Peserta mengetahui solusi dari problematika umat Islam RINCIAN BAHASAN Sesungguhnya umat Islam memiliki potensi besar yang pada umumnya tidak dimiliki oleh sistem lain yang ada. Potensi-potensi tersebut diantaranya adalah potensi syari’ah/peraturan yang lengkap, mencakup seluruh aspek kehidupan. Syari’ah ini tertuang dalam Al Qur’an dan As Sunnah. Sabda Rasulullah SAW: “Aku tinggalkan bagi kalian dua perkara. Kalian tak akan pernah tersesat selama kalian berpegang teguh kepada keduanya, (yaitu) Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya.” (Al Hadits) Allah telah menjelaskan dalam firman-Nya bahwa al Qur’an adalah hudan (petunjuk) bagi hamba-hambanya yang bertaqwa (QS. 2:2), bahkan untuk seluruh umat manusia (QS. 2:185). Maka Allah pula yang menjaga kemurnian dan keaslian Al Qur’an dari waktu ke waktu. Berbeda dengan kitab-kitab suci lain yang telah m...

Perang Pemikiran (Ghazwul Fikr)

Peperangan antara dua kelompok adalah suatu kemestian alami. Adakalanya perang itu antara pembela kebathilan melawan pembela kebenaran, dan ini tidak akan berhenti, sedang yang lain ada terjadi pula perang antara pembela kebathilan yang satu melawan pembela kebathilan yang lainnya. Pada saat pembela al haqq dalam kondisi lemah, dan tidak membahayakan, maka perang yang terjadi adalah antara pembela al bathil yang satu dengan pembela al bathil yang lainnya. Namun begitu, pembela al haqq kuat dan membahayakan dengan serta merta para pembela kebathilan bersatu untuk menumpas al haqq. Bisa jadi perang itu berupa perang fisik, militer, yang korbannya berupa kematian, hancurnya kota dan bahkan negara, kergian material yang banyak, dan juga korban secara psikologis. Bisa jadi pula perang itu berupa perang pemikiran (ghazwul fikri), tanpa melibatkan kekuatan militer, dan korbannya berupa pikiran-pikiran yang tersesatkan, serta jiwa-jiwa yang ketakutan. Kedua perang itu sama-sama membawa korba...

Ma'rifatul Insan (Mengenal Diri Sendiri)

TUJUAN 1. Peserta mengetahui pengertian manusia 2. Peserta sadar akan kelebihan dan kekurangan 3. Peserta mengetahui tujuan dan tugasnya sehingga dapat mensikapinya dengan benar. URAIAN DEFINISI MANUSIA Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang terdiri atas Jasad, ruh, dan Akal dan dimuliakan dengan tugas mengabdi kepada Allah dan sebagai khalifah dimuka bumi. (konsep “Tawazun’ ). BAGAIMANAKAH MANUSIA ITU ? Manusia diciptakan Allah dengan dikaruniai banyak keistimewaan dibandingkan dengan makhluk Allah yang lain, a.l : 1. Segi Penciptaan þ Manusia diciptakan dari segenggam inti bumi yang didalamnya terkandung beberapa sifat yaitu sifat baik dan buruk, bahagia dan sedih, mulia dan hina. Yang mengistimewakan manusia dari makhluk yang lain yang bertebaran dimuka bumi ini karena Allah telah menciptakan langsung dengan tanganNYa dan menyuruh semua malaikat bersujud kepadanya. þ Manusia tidak diciptakan dengan sia – sia. (Al Qiyamah : 36 – 38). þ Manu...

Ma'rifatul Islam

Ketika Allah SWT menjadikan Islam sebagai jalan kehidupan bagi kaum muslimin, tentulah Allah sudah mengetahui akan berbagai hal yang akan dihadapi oleh manusia (baca; kaum muslimin) itu sendiri. Karena Islam menginginkan adanya penyelesaian dan kedamaian atas segala hal yang menimpa manusia dalam kehidupan mereka. Dan seperti itulah sesungguhnya profil al-Islam. Islam merupakan pegangan hidup manusia yang mampu mengantarkan mereka pada kebahagiaan hakiki, baik di dunia maupun di akhirat, serta mampu mengentaskan segala problematika yang mereka hadapi. Sejarah telah memperlihatkan kepada kita, betapa Islam mampu menjadi poros dunia yang memimpin serta menguasai peradaban dalam waktu yang relatif lama. Dan jika diperhatikan, kejayaan dan kemajuan Islam sangat identik dengan kekomitmenan mereka terhadap Islam. Demikian juga sebaliknya, ketika komitmen tersebut telah meluntur maka kejayaan Islampun mulai pudar, seiring pudarnya keimanan kaum muslimin. Rasulullah SAW ...

Ma'rifatul Rosul

Dalam setiap kehidupannya, fitrah seorang insan akan senantiasa mengakui keberadaan suatu Dzat yang Maha segala-galanya. Namun dalam perjalanannya, untuk memahami secara benar mengenai Dzat yang Maha segala-galanya ini manusia tidak mungkin dapat mengetahuinya hanya dengan mengandalkan fitrah dan akalnya saja. Manusia ‘memerlukan’ seorang penuntun yang mengantarkan dirinya pada Allah, beserta cara untuk menyembah-Nya dengan baik dan benar. Di sinilah, Allah SWT mengutus para rasul, guna membimbing mereka ke jalan yang benar. Rasul yang juga meluruskan berbagai fenomena ‘kekeliruan’ dalam menyembah Allah. Di tambah lagi dengan adanya kelicikan syaitan yang senantiasa menjerumuskan insan dalam berbagai bentuk kemusyrikan. Tanpa seorang rasul, maka dapat dipastikan seluruh manusia akan tersesat dalam lembah kehinaan yang sangat mencekam. Oleh karena itulah, sangat urgen bagi kita semua untuk kembali memahami hakekat para rasul, kedudukannya, urgensitasnya, sifat-si...