Sebagian orang menganggap bahagia itu sangat mahal. Buktinya untuk mendapat bahagia, seseorang harus konsultasi ke ahli psikologi, harus ikut seminar pelatihan yang harganya jutaan. Pendapat lain mengatakan, untuk bahagia itu harus mempunyai : harta yang banyak, rumah besar, kendaraan yang bagus, istri cantik, anak cerdas dll. Apakah itu benar, mungkin saja benar, jika bahagia yang dimaksud adalah bahagia jangka pendek. Jika menganggap baru bisa bahagia setelah punya uang Rp 1 M, maka setelah mendapat uang Rp 1 M, bahagianya hanya sebentar. Atau baru bisa bahagia setelah menikah, maka betapa banyaknya orang yang menikah dan kemudian bercerai. Atau bahagia jika mempunyai istri cantik, maka kecantikan tak akan lama. Atau naik ke tahapan bahagia yang berikutnya, bahagia jika mempunyai istri sholehah ? Coba baca sejarah Raja Firaun pada jaman Nabi Musa a.s, bukankah ia mempunyai istri yang sholehah, yang kemudian dipercaya Allah untuk memelihara Nabi Musa saat k...