07 February 2006

Bentuk Kecintaan Sejati

Pernah memperhatikan pasangan muda yang baru saja menikah? Mesra sekali, berjalan bergandengan tangan, terlihat wajah mereka berseri-seri. Apa saja yang mereka lakukan berdua selalu dilakukan dengan gembira tanpa kesedihan, bahkan jika tanpa sengaja salah satu dari mereka membuat yang lain terluka secara tak sengaja, misal karena dicubit, yang terluka tidak merasakannya sebagai hal yang menyakitkan tapi sebagai bentuk kasih sayang. Sakit yang ada terkalahkan oleh rasa cinta dan kasih sayang.

Pernah merasakan sakit? Hampir dipastikan bahwa semua makhluk hidup termasuk manusia pernah mengalami sakit. Sakit adalah suatu bentuk reaksi dari terganggunya sistem keseimbangan fisiologis tubuh. Kaki yang terantuk batu ketika berjalan menjadi terluka dan akan timbul rasa sakit. Influensa akan timbul jika sistem kekebalan tubuh menurun, karena pada dasarnya pada setiap tubuh manusia terdapat microorganisme merugikan yang siap menyerang setiap saat, tetapi karena tubuh kita punya sistem kekebalan maka serangan-serangan itu dapat dipatahkan.

Ketika Allah menimpakan sakit kepada manusia, manusia akan cenderung berkeluh kesah, sebagaimana firman Allah dalam Q.S Al Ma’arij : 19-20

19. Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.
20. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah,

Sebagian manusia menganggap sakit sebagai penderitaan yang sangat tidak mengenakkan, sehingga yang ada hanya keluhan dan omelan bahkan buruk sangka kepada Allah. Padahal jika mau membaca dan mempelajari Al Quran, manusia tidak akan berkeluh kesah apalagi berburuk sangka.

Firman Allah dalam Q.S Al Baqoroh : 155-156

155. Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.
156. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun"[101].


[101] artinya: Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali. kalimat Ini dinamakan kalimat istirjaa (pernyataan kembali kepada Allah). Disunatkan menyebutnya waktu ditimpa marabahaya baik besar maupun kecil.


Selain itu ternyata sakit mempunyai hikmah yang sangat besar bagi manusia, hikmah yang merupakan bentuk kasih sayang Allah kepada manusia yang beriman. Karena Maha Penyayang dan Pengasihnya Allah itulah, menjadikan sakit sebagai salah satu sarana agar manusia dekat dengan Allah. Karena sebenarnya seberapapun kebaikan yang manusia lakukan tidaklah seimbang dengan nikmat yang Allah berikan.

Hikmah-hikmah dibalik sakit adalah :

1. Diampuni dosa dan kesalahan

"Setiap musibah yang menimpa mukmin, baik berupa wabah, rasa lelah, penyakit, rasa sedih, sampai kekalutan hati, pasti Allah menjadikannya pengampun dosa-dosanya." (HR. Bukhari-Muslim)

"Tidaklah seorang Muslim ditimpa gangguan berupa penyakit dan lain-linnya, melainkan Allah menggugurkan kesalahan-kesalahannya sebagaimana pohon yang menggugurkan daunnya." (Bukhari-Muslim)

2. Ditinggikan Derajatnya

“Tidaklah seorang mukmin tertusuk duri atau yang lebih kecil dari duri, melainkan ditetapkan baginya satu derajat dan dihapuskan darinya satu kesalahan.” (HR Muslim)

Dari Aisyah, dia berkata: "Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihiwa Sallam bersabda (yang artinya):
"Tidaklah seorang Mukmin itu tertimpa penyakit encok sedikit pun, melainkan Allah menghapus darinya satu kesalahan, ditetapkan baginya satu kebaikan dan ditinggalkan baginya satu derajat."

(Ditakrij Ath-Thabrani dan Al-Hakim. Isnadnya Jayyid)

Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'Anhu, dia berkata Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda (yang artinya):
"Sesungguhnya seseorang benar-benar memiliki kedudukan di sisi Allah, namun tidak ada satu amal yang bisa menghantarkannya ke sana. Maka Allah senantiasa mencobanya dengan sesuatu yang tidak disukainya, sehingga dia bisa sampai ke kedudukan itu."

(Ditakhrij Abu Ya'la, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim; Menurut Syaikh Al-Albany: hadits hasan)

3. Pembuka Jalan Ke Surga

"Allah Subhanahu berfirman: "Hai anak Adam, jika engkau sabar dan mencari keridhaan pada saat musibah yang pertama, maka Aku tidak meridhai pahala bagimu selain surga."

(Ditakhrij Ibnu Majah; Menurut Syaikh Al-Albany: hadits hasan)

4. Keselamatan dari Api Neraka

Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'Anhu, dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, bahwa beliau menjenguk seseorang yang sedang sakit demam, yang disertai Abu Hurairah. lalu beliau bersabda (yang artinya):
"Bergembiralah, karena Allah Azza wa Jalla berfirman, 'Inilah neraka-Ku. Aku menganjurkannya menimpa hamba-Ku yang mukmin di dunia, agar dia jauh dari neraka pada hari akhirat."

(Ditakhrij Ahmad, Ibnu Majah, dan Al-Hakim. Menurut Syaikh Albani: isnadnya shahih)

5. Menjadikan kita ingat kepada Allah dan kembali kepada Nya

Biasanya ketika seseorang dalam keadaan sehat wal afiat, suka tenggelam dalam kenikmatan dan syahwat. Menyibukkan diri dalam urusan dunia dan melalaikan Allah, yang tidak jarang terjerumus dalam kemaksiatan dan kedurhakaan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Ketika Allah mencobanya dengan sakit atau musibah lain, dia akan ingat kepada Allah, bertobat, dan kembali memenuhi hak-hak Allah yang telah dia tinggalkan.

Demikianlah bagaimana rasa cinta, rasa sayang yang Allah berikan kepada manusia beriman. Allah berkehendak agar manusia itu selalu dekat dengan Nya. Jangankan manusia beriman, manusia kafir, musyrik bahkan atheis sekalipun Allah tetap memberikan jatah rezeki, dan penghidupan di dunia ini. Cuma seringkali manusia itu berburuk sangka terhadap takdir Allah dan juga tidak mau mensyukuri nikmat Nya. Padahal tidak mungkin Allah mendzolimi hamba Nya, bahkan sebaliknya, Allah berkehendak kebaikan yang selalu didapat manusia, baik kebaikan di dunia maupun akhirat. Itulah bentuk kecintaan Allah kepada para hambaNya.