08 February 2006

Di Balik Keterbelakanga Umat

Rosulullah pernah meramalkan bahwa umat Islam kelak akan menjadi santapan musuh-musuhnya ketika umat Islam telah diserang penyakit Wahn (kelemahan) yaitu ;

Ø Hubbud dunya (terlalu cinta dunia)

Ø Karihiyyatul maut (terlalu takut mati)

Karena penyakit wahn itu umat Islam mulai menjauhi agama sehingga pemahaman terhadap agama pun menjadi minim,yang mengakibatkan terjadinya penyimpangan pemahaman istilah-istilah dalam Islam.

Minimal ada tiga istilah yang dianggap sebagai sumber kekuatan dan sendi kebangkitan Islam, yaitu : ibadah, amar ma’ruf nahi mun’kardan fardhu kifayah. Kesalahan pemahaman terhadap tiga hal ini menyebabkan umat Islam terbelakang.


1. Kesalahan Pemahaman Masalah Ibadah

Sekarang ini banyak kaum Muslim yang memahami makna ibadah hanya sebagai ibadah mahdah saja. Sehingga merasa dirinya telah menjadi Muslim yang paripurna jika telah menjalani rukun Islam yang lima saja. Atau merasa telah sempurna ke-Islaman-nya dengan cukup hanya berdzikir di masjid-masjid saja. Padahal disekitarnya masih banyak masyarakat miskin, bodoh, terdzolimi, bodoh, danbahkan dirinya bagian dari hal tersebut karenatidakmau berusaha memperbaiki dirinya sendiri.

Sesungguhnya konsep Islam tentang ibadah meliputi ibadah mahdoh dan ghairu mahdoh (ibadah khusus dan umum). Setiap perbuatan baik/mulia yang ditujukan untuk menggapai ridho Allah adalah ibadah.

Dalil-dalil yang menjadi dasar :

v Adz Zariyat : 56 à manusia dan jin diciptakan hanya untuk beribadah.

v Hud : 61 à Manusia diciptakan untuk memakmurkan bumi

v Al Mulk : 15 & An Nahl : 20 à Alam ini diciptakan untuk manusia dan Allah menyeru untuk menelusurinya dan memakan rizki dari bumi.

v Al Baqoroh : 30 & As Shad : 26 à Allah menjadikan manusiauntuk menjadi khalifah di muka bumi.


2. Kesalahan Pemahaman Konsep Amar Ma’ruf dan Nahi Mun’kar

Menegakkan amar ma’ruf nahi mun’kar merupakan tugas pokok setiap rosul dan orang-orang sesudahnya. Saat ini tugas ini dipahami oleh sebagian besar masyarakat Muslim adalah tugas para kyai dan mubaligh saja atau tugas orang-orang yang kuliah di Fakultas Ilmu Agama Islam dan Pesantren. Hal ini menyebabkan sebagian kaum muslim berpikir bahwa dirinya adalah sebagai objek dakwah saja dan tidak berusaha untuk menjadi subjek yang melakukan perubahan dari buruk menjadi baik. Padahal jumlah muslim yang memperdalam ilmu-ilmu agama lebih sedikit dari masyarakat awam biasa. Kelemahan ini sangat dimanfaatkan oleh kaum kafir untuk memutarbalikan hukum syariat atau minimal membuat umat ini bingung. Sudah banyak lembaga-lembaga kaum kafir yang mendalami Agama Islam dengan tujuan yang tidak baik terhadap umat Islam. Sesungguhnya setiap kita adalah dai yang wajib untuk beramal ma’ruf nahi munkar.

Dalil-dalil yang menjadi dasar :

v Ali Imran : 104

“Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah yang dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.

v Al Ashr

v Al Baqarah : 159-160

v Al Maidah :105

v Al Maidah : 63

3. Kesalahan Pemahaman tentang Fardhu Kifayah

Kenyataan yang terjadi pada masyarakat muslim adalah pemahaman tentang fardhu kifayah yang terbatas pada hukum shalat jenazah saja. Padahal konsep fardhu kifayah lebih luas dari itu. Setiap aspek kehidupan yang tidak setiap orang bisa menguasainya menjadi fardhu kifayah atas suatu kelompok masyarakat tertentu. Seorang hakim, insinyur, arsitek muslim adalah fardhu kifayah bahkan menjadi fardhu ‘ain bila hanya ada satu orang saja yang menguasai aspek kehidupan tersebut. Kesalahan pemahaman terhadap hal ini menyebabkan kaum muslim berpikir bahwa sekolah atau pendidikan atau penguasaan terhadap ilmu pengetahuan tidak menjadi ladang amal untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Inilah yang menjadikan umat Muslim susah diajak untuk maju karena berkutat pada ibadah-ibadah yang bersifat khusus saja (mahdoh), sehingga kita mudah saja diperalat kaum kafir yang menguasai aspek-aspek kehidupan lain.