05 April 2011

Tiga Langkah Strategis Melakukan Perubahan

Perubahan Hal ini ditulis berdasarkan apa yang Rosulullah Muhammad saw lakukan dalam mengembangkan dakwah Islam.
Keberhasilan Rosulullah saw dalam menyebarkan Islam ke seluruh penjuru dunia selama 22 tahun disusun berdasarkan tiga langkah strategis. Hal ini juga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mencapai kesuksesan. Tiga langkah strategis itu adalah :

1. Menumbuhkan dan memperkuat nilai-nilai keimanan (ke-Tauhid-an)
Keimanan adalah hal paling dasar yang harus ada pada diri seseorang jika menginginkan Islam tegak dalam dirinya. Ibarat bangunan keimanan adalah pondasi dasar, jika iman tidak kuat maka bangunan Islam akan mudah runtuh. Keimanan inilah yang dibangun oleh Rosulullah saw selama 13 tahun di Mekah. Saat awal berdakwah Mekah dalam keadaan jahiliyah/bodoh mengenai keyakinannnya terhadap Tuhan Nya. Ada sekitar 360 berhala diseputar ka’bah yang dijadikan sesembahan. Tugas rosulullah saat itu adalah meluruskan kesalahan keyakinan tentang Tuhan masyarakat Mekah saat itu.
Begitu juga dengan bidang kehidupan yang lain, ketika kita hendak membangun sebuah kesuksesan maka langkah awal yang harus dibuat adalah meluruskan keyakinan atas bidang kehidupan yang hendak kita kehendaki kesuksesannya. Misalnya, ketika kita hendak membangun bisnis sendiri maka keyakinan-keyakinan awal yang ada pada diri kita biasanya adalah :
-Bisnis membutuhkan modal yang besar
-Untuk sukses dibutuhkan waktu yang lama
-Resiko kegagalannya besar

Nah sekarang harus kita luruskan keyakinan-keyakinan di atas :
-Tidak semua bisnis membutuhkan modal besar
Dengan menggunakan Internet Marketing, maka bisnis bisa dilakukan dengan modal sangat kecil atau nol. Kita bisa tidak punya toko atau ruko, tetapi diganti dengan blog gratis. Kita tidak usah mempunyai barang dagangan sendiri, bisa menjualkan barang dagangan orang lain dengan sistem konsinyasi.
-Untuk sukses bisa diraih dalam waktu yang relatif singkat
Internet Marketing membuka peluang pasar yang sangat luas, bukan hanya nasional tetapi juga internasional. Sehingga peluang untuk mendapatkan keuntungan yang besar bisa didapatkan dalam waktu singkat.
-Resiko kegagalan bisa ditekan
Karena modal bisa nol dan tidak harus mempuyai barang daganga sendiri, maka resiko rugi atau gagal hampir tidak ada

2. Hijrah (melakukan perpindahan)
Saat dakwah rosulullah sudah mulai menampakkan hasilnya dalam membangun dan menguatkan keyakinan, Allah memerintahkan Rosul dan para sahabat setianya untuk hijrah dari Mekah ke Madinah dengan meninggalkan semua harta kekayaan dan semua kesenangan di Mekah. Di Mekah saat itu memang dakwah sedang mengalami cobaan yang luar biasa, yang harus dihadapi umat Islam adalah cobaan hinaan, siksaan bahkan kematian dai penduduk Mekah yang masih kafir dan musyrik. Sehingga hijrah menjadi jalan yang terbaik yang bisa dilakukan. Selain untuk mempertahankan diri hijrah juga untuk memperluas peluang dakwah. Dan memang hijrah adalah strategi yang jitu. Di Madinah para muhajirin (orang-orang yang berhijrah) mendapatkan sambutan yang baik dari kaum Anshor (penduduk Madinah). Kaum anshor menerima Muhajirin sebagai saudara dan kaum Anshor juga menerima seruan dakwah Islam Rosulullah. Di Madinah inilah Islam berkembang dari segi kuantitas maupun kualitasnya,sampai pada saatnya kemudian kaum muslimin kembali ke Mekah tanpa melalui peperangan karena jumlah rombongan yang begitu besar membuat gentar penduduk Mekah saat itu (fase ini disebut sebagai Fathu Mekah atau kemenangan Mekah).
Dalam kehidupan sehari-hari juga bisa mengambil analogi dari Hijrah yang Rosulullah saw lakukan di atas. Kalau saat ini kita masih berstatus pegawai dan memutuskan untuk terjun dalam dunia bisnis maka kita harus melakukan perpindahan-perpindahan dengan alternatif :
-Berhenti sama sekali sebagai pegawai dan langsung terjun penuh dalam bisnis yang diinginkan.
-Tetap menjadi pegawai dengan sedikit demi sedikit belajar memulai bisnis dengan menggunakan waktu diluar jam kantor.
-Mengambil cuti tanpa gaji selama beberapa waktu untuk digunakan untuk memulai bisnis
Semua alternatif tersebut memang akan mengganggu kenyamanan sebagai pegawai, terutama kenyamanan penghasilan dan waktu. Jika kita memilih berhenti sama sekali dan langsung terjun penuh di dunia bisnis maka jangan berharap akan mendapatkan penghasilan tetap perbulannya. Kita juga harus mulai memanfaatkan waktu waktu senggang untuk terus belajar bisnis, membaca buku yang relevan, mendengarkan kaset atau audio book bisnis, mencari kawan orang-orang yang sukses dalam berbisnis dll. Banyak waktu-waktu kesenangan yang harus diambil alih untuk belajar dan mencoba berbisnis. Dan jika kita konsisten melakukan perpindahan ini maka semua pengorbanan kenyamanan itu akan dibayarkan dengan kesuksesan dan kebebasan waktu serta penghasilan. Tinggal kita memilih tetap berada pada zona nyaman sebagai pegawai dengan batasan waktu dan penghasilan atau memulai untuk berpindah zona untuk mendapatkan kebebasan waktu dan penghasilan.

3. Perjuangan yang istiqomah (konsisten)
Saat Rosulullah dan kaum muslimin melakukan hijrah ke Madinah adalah suatu perjuangan yang membutuhkan konsistensi. Bagaimana tidak dibawah ancaman kematian mereka harus rela meninggalkan semua harta dan kesenangan di Mekah. Belum lagi perjalanan dari Mekah ke Madinah menempuh jarak puluhan kilometer yang hanya dilalui dengan onta dan jalan kaki, kondisi gurun pasir yang sangat panas dan ancaman binatang gurun yang buas juga memerlukan konsistensi yang tinggi. Tapi demi keimanan dan kecintaan kepada Rosulullah kaum Muhajirin dengan ikhlas tetap melakukan hijrah tersebut. Dan memang perjuangan itu menghasilkan kesuksesan luar biasa. Kaum Muhajirin menemui kaum Anshor yang memperlakukan mereka seperti anggota keluarga sendiri. Kemudian juga perjuangan hijrah mereka dibayar juga dengan kemenangan tanpa peperangan di kota Mekah saat kaum muslim kembali ke kampung halamannya di Mekah.
Keputusan untuk terjun ke dunia bisnis juga memerlukan perjuangan dan konsistensi yang tinggi, tidak hanya cukup dengan keyakinan saja. Akan banyak sekali hambatan yang harus dilalui, mulai dari penghasilan yang tidak stabil, ejekan atau cemoohan, kejenuhan, bayangan ketakutan akan kegagalan dan kebangkrutan serta hal-hal negatif lain yang bisa melunturkan keyakinan akan kesuksesan kita. Agar perjuangan tetap bisa konsisten untuk mencapai kesuksesan maka hal-hal dibawah ini sebaiknya dilakukan :
-Mencari teman-teman yang telah sukses dibidang yang kita inginkan
-Amati tiru dan modifikasi apa yang dilakukan orang-orang yang sukses itu
-Sering mendengarkan atau membaca kisah perjalanan kehidupan orang sukses
-Hadir dalam forum-forum motivasi secara rutin
-Terus belajar tentang bidang yang kita ingin kesuksesannya